Persiku News - PT Liga Indonesia (PT LI) nampaknya tidak ingin terus membiarkan Jadwal Pelaksanaan Komeptisi Divisi Utama 2010-2011 yang sudah tertunda seminggu lebih. Untuk itu, PT LI telah memutuskan dengan memberi batas waktu hingga Selasa (19/10) mendatang untuk kepastian klub yang bakal berlaga di kompetisi kasta kedua tersebut. Terutama untuk tiga klub yang selama ini memang terkesan mengambang, yaitu PSDS Deli Serdang, Persitara Jakarta Utara serta Persebaya Surabaya.

Tiga tim tersebut memang belum juga memberikan kepastian secara pasti. Pengunduran PSDS Deli Serdang untuk berlaga di Divisi Utama 2010-2011 masih hanya disampaikan secara lisan alias belum ada surat resmi dari klub. Demikian juga dengan Persitara Jakarta Utara yang masih memberikan jawaban keikutsertaannya secara lisan. Sedangkan Persebaya Surabaya masih dilanda konflik internal terkait dualisme kepemimpinan.

“PSDS dipastikan tidak ikut kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim ini,” kata Sekretaris Umum PSDS, Erwin Nurdin Pelos.

Klub berjuluk “traktor kuning” itu, menurut Erwin, terpaksa tidak ikut kompetisi Divisi Utama tahun 2010 disebabkan faktor dana. Untuk bisa mengikuti musim kompetisi tahun 2010 PSDS paling tidak membutuhkan dana sedikitnya Rp4,5 miliar.

“Kondisi keuangan PSDS selama dua tahun terakhir ini memang cukup sulit. Sementara, dukungan dana dari anggaran pendapatan dan belanja (APBD) Kabupaten Deli Serdang sama sekali tidak ada dialoaksikan,” ungkap Erwin.

"Kami tetap ingin menggelar Divisi Utama musim ini dimulai pada 30 Oktober mendatang,” terang Tigor Shalom Boboy, corporate secretary PT LI.

Jika akhirnya tiga tim tersebut batal bertarung di Divisi Utama, otomastis jumlah peserta hanya akan menjadi 36 klub. PT LI tak berani berspekulasi untuk mengatrol tiga tim lagi guna melengkapi kuota awal yang terdiri dari 39 tim. Mereka memilih untuk menyerahkan keputusan tersebut pada PSSI selaku induk organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia.

"Kami harapkan PSSI juga punya solusi tentang siapa yang akan masuk seandainya nantinya jumlah peserta tetap 39 tim. Kami hanya menjadi pelaksana," tambah Tigor.

Dia menambahkan, PT LI tak mempermasalahkan seandainya jumlah peserta Divisi Utama hanya 36 tim. Mereka tetap bisa membaginya menjadi tiga wilayah seperti yang sudah disusun. Masalah baru timbul jika nantinya hanya ada satu atau dua tim yang mundur. Jika itu terjadi, jumlah tim di tiap wilayah tentu tidak akan sama. Peluang untuk "mengatrol" sebuah tim agar naik kasta tentu akan terbuka lebar.

"Kami tetap berpegang pada aturan. Kami juga tidak ingin menanggapi masalah Persis Solo yang katanya mereka sudah gembor-gembor akan tetap berlaga di Divisi Utama. Padahal kenyataannya Persis Solo sudah terdegradasi ke Divisi Dua," tandas Tigor. 
(ru/jpnn)

0 komentar:

Post a Comment

Petunjuk Berkomentar :
-> Pilih Name/URL
-> Isi dengan Nama anda
-> Kosongkan URLnya jika tidak punya
-> Atau isi URLnya dengan alamat FaceBook anda
-> Isi komentar anda
-> Lalu tekan Postkan Komentar

 
Persiku Kudus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top