Persiku News - Kick-off Divisi Utama Liga Indonesia musim 2010/2011 tidak lama lagi. PT Liga bersama para manajer klub telah bersepakat untuk menggelar mulai 30 Oktober mendatang. Tapi sampai saat ini  belum ada sponsor yang mendekat. Extra Joss yang musim lalu menjadi sponsor utama sepertinya tidak mau lagi meneruskan kerjasama karena disebabkan banyak hal yang "kurang beres" - dalam pelaksanaan kompetisi tersebut.

Yeyen Tumena, Direktur PT Graha Indie Sport (GIS) selaku promotor kompetisi Divisi Utama mengatakan bahwa rata-rata pihak sponsor ragu dengan gelaran Divisi Utama. "Musim lalu kami 'berdarah-darah'. Tapi untuk musim depan kami juga masih sulit mendekati sponsor," kata Yeyen. PT Graha Indie Sport (GIS ) telah membeli right Divisi Utama untuk durasi lima tahun.

Kejasama dengan Extra Joss sebenarnya masih bisa dilanjutkan, namun PT GIS minta nilanya dinaikkan. "Tapi Extra Joss juga memberikan syarat-syarat yang tidak mudah. Seperti minta jumlah pertandingan siaran langsung naik dua kali lipat (musim lalu 36 kali live) dan klub-klub lebih tertib terhadap kesepakatan yang sudah dibuat," sambung Yeyen.

Di Divisi Utama, tiap kali siaran langsung bukan pihak stasiun televisinya yang membeli hak siar, tapi PT GIS yang malah membayar. Nilainya sekitar Rp 80 juta untuk sekali pertandingan. Berbeda di Indonesia Super Liga dimana stasiun televisi yang membayar hak siar.

Yeyen mengungkapkan jika musim lalu pihaknya mengalami kerugian cukup besar. Diantaranya disebabkan banyak klub yang kerap mengingkari kesepakatan dan adanya keputusan pertandingan usiran atau tanpa penonton. "Tiap kali ada klub yang tidak tertib atau pertandingan tanpa penonton, nilai sponsorship langsung dipotong. Nilainya cukup besar," beber Yeyen.

Menuru Yeyen dengan predikat sebagai tim level II di Indonsia, tidak mudah bagi pihaknya untuk menawarkan label Divisi Utama kepada para kalangan sponsor. Tapi PT GIS tetap berkomtimen akan tetap membantu PT LI menjual Divisi Utama.

"Dalam kesepakatan kerjasama dengan PT LI kami memang sebagai promotor, tapi kalau kondisinya tidak menguntungkan, bisa saja posisi kami sebagai promotor diabaikan dan kami akan berposisi sebagai marketingnya PT LI. Jika dengan begitu bisa menjadi lebih baik kenapa tidak," pungkas Yeyen. 
(ali/jpnn)

0 komentar:

Post a Comment

Petunjuk Berkomentar :
-> Pilih Name/URL
-> Isi dengan Nama anda
-> Kosongkan URLnya jika tidak punya
-> Atau isi URLnya dengan alamat FaceBook anda
-> Isi komentar anda
-> Lalu tekan Postkan Komentar

 
Persiku Kudus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top