Persiku News - Tim Persiku Kudus kembali menelan pil pahit usai dikalahkan oleh Persitema, lagi lagi oknum wasit kembali menjadi aktor utama puncak amarah para pemain, pelatih dan staf Persiku Kudus, hal ini wajar terjadi jika jelas jelas Persiku "dikerjai" habis habisan untuk yang ke sekian kalinya, kekecawaan bertambah dengan gagalnya target melampaui Persitara pada urutan 4 klasemen sementara.

Slot terakhir promosi ke kasta yang lebih tinggi ini layak untuk diperebutkan antara Persitara dan Persiku, pasalnya dua tim ini sangat berambisi mengakhiri kompetisi di peringkat 4. Tak ayal, hasil kontroversial lawan Temanggung menjadi cambuk bagi Persiku yang notabene ingin melenggang ke ISL musim depan. Sayang, lagi lagi wasit menjadi noda dari rekor Persiku.

Bukan bermaksud terlalu mengkambinghitamkan wasit, toh pada kenyataannya, dari data dan fakta, statistik menunjukkan bahwa persiku mampu meraih 2 kali kemenangan pada laga away dan beberapa hasil imbang, dan hanya sekali kalah saat bermain di kandang lawan, ini merupakan bukti yang sahih mengapa sebagai seorang analis menyayangkan kepemimpinan wasit Juari. Secara terbuka, Persiku tanpa sekalipun dibantu wasit saat bermain di kandang, karena beberapa tim mampu mencuri poin di Kudus.

Manajer Persiku, Subhan Wachid juga telah mengatakan, bahwa pihaknya akan  menerima hasil apabila semangat sportivitas selalu dijunjung tinggi. Kekhawatiran itu pun akhirnya menjadi dejavu.

Ada pihak "main mata"
Tentu saja menurut saya pribadi, ada segelintir orang yang tidak suka jika Persiku naik ke kasta yang lebih tinggi, tak bermaksud untuk menuduh siapapun, bahwa ada isu akan ada salah satu laga yang akan dilepas oleh salah satu peserta Divisi Utama, tentu saja hal ini cukup meresahkan persiku, yang mempunyai cita cita untuk bermain di kasta yang lebih tinggi.

Emosi pelatih dan pemain
sejauh ini pemain dan pelatih sudah sangat bekerja keras, bahkan saya pribadi sangat mengagumi semangat loyalitas dan semangat berjuang para pelatih dan pemain yang hingga saat ini masih terkendala dalam pemenuhan haknya sebagai pemain.

Kadang saya sendiri merasa kasihan, saat away ketika saya tanya hasil, kepada bapak pelatih selalu menjawab 'Kita sudah main bagus mas, sayang wasitnya.' ini menunjukkan bahwa mereka tidak pernah berhenti berjuang meski mereka seperti "kerja bakti". Apalagi, kita kenal Riono Asnan sebagai pelatih yang dingin dan tidak neko neko. Semua itu tampak jadi sia sia, jika ada oknum wasit yang merusak segalanya.

Sesuai dengan amanat bapak Ketum SMM, Taufan Hapsoro, mari kita kawal Persiku di dua laga sisa, mari kita tambah semangat mereka dengan birunya kandang Macan Muria yaitu Stadion Wergu Wetan.

Demikian, sekali lagi ini analisis pribadi, bukan untuk mengcounter berita berita yang berkembang, tapi saya bicara fakta dan dengan validitas tinggi yang bisa saya pertanggungjawabkan. Terima kasih buat yang sudah membaca, jika ada kekurangan, saran dan kritik selalu saya nantikan, :D, jangan takut untuk mengkritik asal punya solusi, matur nuwun dulur - dulurku SMM KUDUS.


Follow Twit Roho Duatiga Muria

0 komentar:

Post a Comment

Petunjuk Berkomentar :
-> Pilih Name/URL
-> Isi dengan Nama anda
-> Kosongkan URLnya jika tidak punya
-> Atau isi URLnya dengan alamat FaceBook anda
-> Isi komentar anda
-> Lalu tekan Postkan Komentar

 
Persiku Kudus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top