Persiku News - Tim Persiku Kudus yang bermain dihadapan publik tuan rumah yakni PSIR Rembang harus menelan pil pahit. Tim yang diarsiteki oleh pelatih asal Bandung, Lukas Tumbuan itu harus menyerah 2-1 dari Laskar Dampo Awang julukan PSIR.

Bertanding dihadapan publiknya sendiri, PSIR langsung menekan jantung pertahanan Persiku Kudus yang dikawal oleh kapten tim, George Oyedepo.

Laga yang disebut dengan Derby Muria, Jawa Tengah ini memang syarat akan kepanasan dan gengsi baik itu di dalam lapangan maupun di luar lapangan. Terbukti, sehari menjelang pertandingan, tim macan Muria julukan Persiku tidak diperkenankan untuk menjajal rumput Stadion Krida, Rembang oleh pihak Panpel setempat.

Namun, dengan usaha yang dilakukan oleh jajaran manajemen, akhirnya Persiku diperkenankan menjajal rumput pagi tadi. “ Ya mas, kita baru dikasih untuk mencoba lapangan baru tadi pagi. Kemarin mereka (Panpel) menolak dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal.’ungkap asisten pelatih Persiku, Widhoro Heriyanto.

Pada laga tersebut, tim Persiku sempat melakukan aksi mogok main, dikarenakan wasit yang mempimpin jalannya pertandingan dinilai tidak fair. Ini terjadi setelah PSIR Rembang menciptakan gol yang berbau offside. Tak hanya itu, Persiku juga dinilai banyak dirugikan oleh kepemimpinan wasit. “ Ya, kita harus menerima kekalahan ini walaupun dengan sakit hati mas, dikerjain wasit.”beber Widhoro Heriyanto ketika dihubungi via telepon.

“Dua gol yang diciptakan Rembang jelas-jelas offside. Dan disamping itu, banyak peluang kita yang dianulir oleh wasit, seperti pemain Rembang handsball di kotak penalti namun dibiarkan.”terangnya.

Ditanya mengenai apa yang bisa dijadikan hikmah atau pelajaran bagi Persiku, Widhoro Heriyanto mengungkapkan bahwa tim tetap konsentrasi dalam laga tersebut. “ Yang terpenting, kita tetap konsen dengan laga sore tadi dan dua laga away yang akan datang yakni melawan tim tuan rumah Persigo (Senin, 13 Desember 2010) dan Persebaya (Jum’at, 17 Desember 2010).”ungkapnya.

Sementara itu, kondisi para pemain ternyata tidak terlalu dikhawatirkan oleh tim pelatih. Pasalnya, tidak ada pemain yang cedera. “Alhamdulillah tidak ada satupun pemain yang cedera mas.”imbuhnya.

Ditanya mengenai permainan Persiku sore tadi, Widhoro mengungkapkan bahwa anak asuhnya sudah menjalankan instruksi pelatih kepala dengan benar. “Permainan kita cukup bagus, pemain sesuai instruksi, malah mereka (PSIR) yang dalam kondisi tertekan oleh pemain kita.”ungkpanya.

Di sisi lain, manajer Persiku Kudus, Sam’ani Intakores, ST, MT mengungkapkan pihaknya menyikapi pertandingan sore tadi dengan bijak meski diwarnai banyaknya kecurangan. “Kita sikapi dengan bijak, inilah kenyataannya, kita buat tim dua kali lebih diatas rata-rata, kita balas di Kudus.”ungkapnya ketika dihubungi via telepon.

Memang, pada putaran pertama Persiku harus melakoni tujuh kali away dan lima kali laga home. Namun, bukan berarti Persiku menyerah, Macan Muria tetap berjuang dan terus berjuang.
(Roho ,M)

0 komentar:

Post a Comment

Petunjuk Berkomentar :
-> Pilih Name/URL
-> Isi dengan Nama anda
-> Kosongkan URLnya jika tidak punya
-> Atau isi URLnya dengan alamat FaceBook anda
-> Isi komentar anda
-> Lalu tekan Postkan Komentar

 
Persiku Kudus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top