Persiku News - Awan gelap menyelimuti sepak bola Jawa Tengah (Jateng). Setidaknya, dalam tiga tahun terakhir klub-klub peserta kompetisi dari Jateng belum mampu menorehkan prestasi gemilang.
Alih-alih menggapai prestasi, klub-klub tersebut justru berjuang bagaimana bisa menjalani kompetisi hingga selesai diakhir musim nanti. Tak pelak, situasi ini membuat prestasi sepak bola Jateng terus mengalami kemerosotan. Tim-tim Jateng pun mengawali kompetisi musim ini dengan tertatih-tatih.

Di kancah Indonesia Super L e a g u e (ISL), dua musim terakhir ini Jateng hanya menempatkan Persijap sebagai wakilnya. Kendati demikian, masih terlalu jauh mengharapkan Persijap bisa menembus papan atas atau menjuarai kompetisi.

Dari delapan laga yang telah dilalui,Persijap hanya mengemas sepuluh poin dari tiga kali menang,satu seri,dan empat kali menelan kekalahan. Situasi serupa juga terjadi di kompetisi kasta kedua, yakni Divisi Utama.Di level ini,Jateng mengirimkan enam wakilnya. Mereka adalah PSIS,Persis,Persiku, PSIR, PPSM Magelang, serta debutan baru PSCS Cilacap.Namun, lagi-lagi publik sepak bola Jateng harus kembali menghela napas menyaksikan kiprah enam klub tersebut.

PSIS yang digadang-gadang bisa kembali menembus atmosfer ISL belum bisa menunjukkan indikasi sebagai tim tangguh.Dari lima kali pertandingan perdana, PSIS telah menelan tiga kali kekalahan. Bahkan satu kekalahan tersebut terjadi di kandang sendiri, yakni ketika kalah 0-3 dari PSIM di laga kedua. Kondisi lebih buruk dialami Persiku dan Persis. Dua tim yang musim lalu ”seharusnya” terdegradasi itu,kini berstatus tim juru kunci di grupnya masing-masing.

Persiku saat ini terkapar di dasar klasemen wilayah III. Adapun Persis berada di urutan terakhir wilayah II. Begitu juga PPSM berada tepat di atas Persis atau peringkat ke12. Nasib PSIR dan PSCS jauh lebih beruntung.Meski berstatus tim promosi, PSCS sampai saat ini mampu merangsek ke lima besar klasemen sementara wilayah II. Kemudian,PSIR berada di strip kedelapan wilayah III.

Kondisi di dalam lapangan ternyata tidak jauh berbeda dengan situasi di atas tribune.Rivalitas antarsuporter menjadi pelengkap buruknya prestasi sepak bola Jateng. Pendukung PSIS dan Persijap masih saja saling ejek, meskipun kedua tim sudah berbeda habitat.

Begitu juga dengan hubungan kurang harmonis antara pendukung Persiku dan PSIR. Lantas,apa yang menyebabkan situasi seperti ini terjadi? Persoalan dana sering dijadikan alasan manajemen sebuah klub dalam mengukir prestasi. ”Kami kesulitan mencari pemain berkualitas karena minimnya dana.”. ”Bisa menjalani kompetisi sampai selesai saja sudah bagus.

Dana kami sangat minim.”Ungkapan-ungkapan tersebut sering terlontar dari manajemen klub menjelang kompetisi bergulir. Memang, sepak bola merupakan olahraga mahal. Di sisi lain, klub-klub tersebut masih menggantungkan pada uang rakyat yang terhimpun dalam APBD. Ini juga menimbulkan persoalan tersendiri. 

Pertanyaannya, sampai kapan persoalan minimnya dana akan terus menjadi kambing hitam? Masyarakat dan pelaku sepak bola tentu sudah paham jika masih banyak pos-pos lain yang bisa digali. Mulai dari Kontribusi pihak swasta dalam bentuk sponsorship atau sumbangan tidak mengikat menjadi salah satu alternatif.

Akan tetapi, besaran dana yang dikeluarkan sebuah perusahaan sering tidak sesuai harapan. Di sinilah kreativitas dibutuhkan. Manajemen harus mampu mengemas sebuah pertandingan menjadi sesuatu yang menghibur dan menarik masyarakat pencinta bola membeli tiket masuk stadion. Karena pendapatan dari sektor tiket menjadi salah satu sumber dana terbesar. Satu hal yang tidak kalah penting adalah pengelolaan keuangan serta pertanggungjawabannya. 

Bagaimanapun juga, antara dana dan prestasi memang sulit dipisahkan. Dengan demikian, prestasi sebuah klub tidak hanya bergantung di pundak pemain dan manajemen, namun juga menjadi tanggung jawab kalangan suporter. Baik suporter yang berada di tribune maupun suporter yang memegang kebijakan.

(Sundoyo Hardi)
Wartawan Seputar Indonesia

0 komentar:

Post a Comment

Petunjuk Berkomentar :
-> Pilih Name/URL
-> Isi dengan Nama anda
-> Kosongkan URLnya jika tidak punya
-> Atau isi URLnya dengan alamat FaceBook anda
-> Isi komentar anda
-> Lalu tekan Postkan Komentar

 
Persiku Kudus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top