Persiku News - Mungkin nama Sutamto dikalangan pendukung Persiku Kudus saat ini kurang begitu tenar mengingat rata-rata usia suporter yang terbilang masih cukup muda. Ya, nama Sutamto sempat menghiasi media massa seantero nusantara. Sutamto juga dikenal sebagai striker lincah dan handal di eranya. Dia bahkan sempat menciptakan gol cantik melalui tendangan saltonya. Pria kelahiran Wonogiri ini bahkan sempat melanglang buana ke negeri penghasil kopi, Brazil guna melatih kemampuan sepakbolanya.

Karir bapak dari Devinta Eka Wulansari dan Deddy Priyo Jatmiko ini dimulai ketika dirinya dipanggil oleh timnas PSSI pelajar dan PSSI Yunior pada tahun 1987/1988. Pada waktu itu, PSSI yang dinahkodai Kardono membawa tim ini untuk dapat berlatih di Brazil selama 1 bulan.

Kembalinya dari negara penuh talenta khas dalam bidang sepakbola itu, Sutamto yang pada beberapa waktu lalu dipercaya untuk menangani tim Kudus Selection melawan PKNS Selangor, kembali ke bumi pertiwi. Pada tahun 1989-1991, dia membela tim asal kota Kretek, PS. Gajah Mungkur Muriatama yang sekarang menjelma menjadi tim yang cukup disegani di wilayah Jateng, Persiku Kudus. Ketika itu, PS. Gajah Mungkur Muriatama bermain di Galatama.

Setelah membela tim kebanggaan warga Kudus tersebut, pria yang juga hobi badminton ini pindah ke PS Assyabaab Salim Group Surabaya pada tahun 1992-1996. PS Assyabaab juga merupakan kontestan Galatama dan selanjutnya LIGINA I-III.

Pada tahun 1994, dia kembali dipanggil untuk dapat bergabung bersama Kuncoro, Iswadi Idris, dan beberapa pemain lain kenamaan pada waktu itu. Pada laga yang dijadikan sebagai momen untuk memperingati kemerdekaan Indonesia di Surabaya itu, dia berserta rekan-rekannya menghadapi tim sekaliber AC Milan yang dihuni oleh beberapa pemain level dunia diantaranya Ruud Gullit, Roberto Donadoni, Alessandro Costacurta, Carlo Cudicini dan bek handal mereka Franco Baresi.

Pada tahun 1998-1999, dia lagi-lagi menambah jam terbang dan tentunya pengalaman ketika menjadi pemain Petrokimia Putra Gresik dalam ajang LIGINA V. Saat itu, dia digadang-gadang menggantikan peran Widodo C. Putro yang hijrah ke tim Persija Jakarta.

Setahun kemudian, ia pindah di tim yang bermarkas di kota Malang, Persema malang dalan lanjutan Liga Indonesia yang ke VI. Setelah itu, dia pindah di Persijap Jepara pada tahun 2001 dan terakhir sebelum memutuskan gantung sepatu, dia kembali ke tim Persema Malang pada tahun 2002.

Setelah memutuskan pensiun dari pemain sepakbola, Sutamto memutuskan untuk tetap mengabdi pada hal yang dicintainya ini. Pria yang kini melatih Kudus United FC ini sekarang juga berprofesi sebagai guru ekstrakurikuler di SMK 3 Kudus. Dia juga merupakan pelatih SSB Jayeng Muda yang bermarkas di desa Tumpangkrasak, Jati, Kudus. Untuk dapat belajar di SSB tersebut, tak perlu membayar mahal. Datang dan ikut latihan saja boleh. Sekedar mengisi kas dan itupun tak mahal, cukup Rp. 2000.

"Karena SSB belum ada sponsor tetap, maka iuran Rp. 2000 itu sangat berarti, meski sekedar untuk biaya operasional. Sedang untuk keperluan lain seperti pembelian kaos, celana seragam, bola, hingga saat melawat ke tempat lain, itu semua dipikul bersama oleh seluruh pemain," tutur Sutamto.

Sutamto bukanlah sosok asing di komunitas bola, khususnya di Kudus. Pasalnya mantan anggota tim PSSI Yunior ini pernah memberi kontribusi merebut piala Coca Cola tingkat Asia di Jakarta. Tak heran jika Sutamto pernah malang melintang di Liga Indonesia I-VIII.

Dengan reputasi yang dimilikinya itu wajar kendati menggunakan tempat ala kadarnya, yakni di lapangan desa, sosok Sutamto mampu menyedot animo peminat yang besar. Saat ini tidak kurang dari 150 pemain yang digembleng empat kali dalam seminggu. Mereka dibagi menjadi tujuh kelompok umur (KU).

Kelompok - kelompok itu meliputi U-10 tahun dengan kelahiran 2002 sebanyak 15 siswa. U-11 dengan kelahiran 2001 sebanyak 20 siswa, U-12 tahun atau kelahiran 2000 sebanyak 30 siswa. U-13 tahun atau kelahiran 1999 sebanyak 22 siswa, U-14 tahun atau kelahiran 1998 sebanyak 15 siswa, kemudian U-15 tahun atau kelahiran 1997 sebanyak 35 siswa, dan U-16 tahun sampai U-23 tahun sebanyak 25 siswa.

Diantara pemain tersebut, sebagian besar ditetapkan sebagai siswa sekolah sepakbola (SSB) Jayeng Muda, yang diikutsertakan dalam berbagai event antar SSB tingkat kabupaten / kota hingga provinsi. Sedang yang berusia remaja hingga 23 tahun disiapkan untuk mengikuti berbagai kegiatan di tingkat sekolah masing - masing.

Menurut Sutamto, langkah yang ditempuh tim pelatih lebih dititikberatkan pada pembinaan sepakbola usia dini yang banyak sekali bermunculan di Kabupaten Kudus. "Mereka harus diberikan metode bermain sepakbola secara benar dan berkualitas. Materi itulah yang kami berikan disini (SSB)," tegasnya. Meski SSB Jayeng Muda beserta pemain usia 16 tahun hingga 23 tahun berada dibawah tanggung jawab Kepala Desa Tumpangkrasak, namun para pemain tidak hanya berasal dari desa setempat.

Sebaliknya, siswa dari SSB itu banyak yang berasal dari luar Tumpangkrasak. Mengingat lapangan sepakbola Tumpangkrasak belum memenuhi persyaratan, tim pelatih memohon kepada pemerintahan desa setempat untuk membenahinya. (R23/Litbang-Research)

PROFIL SINGKAT

NAMA : SUTAMTO
TTL : WONOGIRI, 10 AGUSTUS 1965
HOBI : BADMINTON DAN SEPAKBOLA
UMUR : 47 TAHUN
DOMISILI : DESA TUMPANGKRASAK, KECAMATAN JATI, KUDUS
PEKERJAAN: PELATIH DAN GURU EKSTRAKURIKULER DI SMK 3 KUDUS

KARIER PEMAIN
1987-1988 : PSSI YUNIOR (LATIHAN DI BRAZIL)
1989-1991 : PS GAJAH MUNGKUR MURIATAMA (sekarang PERSIKU KUDUS)
1992-1996 : PS ASSYABAAB SALIM GROUP SURABAYA
1994 : PSSI HARIMAU dan SURABAYA SELECTION
1998-1999 : PETROKIMIA PUTRA, GRESIK
2000 : PERSEMA MALANG
2001 : PERSIJAP JEPARA
2002 : PERSEMA MALANG

KARIR PELATIH
2003-2006 : PS. JAMBU BOL, KUDUS
2008 : PS. PALMA, BATAM
2012- : KUDUS UNITED FC

PRESTASI :
1988 : JUARA I NASIONAL ANTAR KLUB PSSI (PS. TUNGGAL DARA, WONOGIRI)
1988 : JUARA I PIALA COCA COLA (PSSI YUNIOR)
1994 : JUARA II PIALA KEMERDEKAAN RI
1995 : 8 BESAR LIGINA I BERSAMA PS ASSYABAAB SALIM GROUP
1998 : 8 BESAR LIGINA V BERSAMA PETROKIMIA PUTRA

Thanks to
Devinta Eka Wulansari (anak)

0 komentar:

Post a Comment

Petunjuk Berkomentar :
-> Pilih Name/URL
-> Isi dengan Nama anda
-> Kosongkan URLnya jika tidak punya
-> Atau isi URLnya dengan alamat FaceBook anda
-> Isi komentar anda
-> Lalu tekan Postkan Komentar

 
Persiku Kudus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top